Kamis, 13 Juni 2013

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 6



BAB II
ISI

  2.1            Pendidikan Akhlak
a.      Pengertian Pendidikan Akhlak
Akhlak berasal dari bahasa Arab, yang artinya berarti perangai, tabiat, watak dasar, kebiasaan, sopan dan santun agama.[2] Secara linguistik (kebahasaan) kata akhlak merupakan isim jamid atau isim ghair mustaq, yaitu isim yang tidak mempunyai akar kata, mengklaim kata tersebut memang begitu adanya. Kata akhlak atau khuluq kedua-duanya dijumpai pemakaianya di dalam al-Qur’an maupun Hadits sebagai terlihat berikut:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: “Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang agung”. (Q.S. Al-Qalam, 66:4).
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya: “(Agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebasaan yang dahulu”. (Q.S.Al-Syua’ra, 26:137).[3]
Adapun menurut istilah para ahli, akhlak adalah kehendak yang dibiasakan. Para ahli mengemukakan berbagai pendapat tentang pengertian akhlak.

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 4





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pentingnya Reformasi dan Transformasi Sekolah/Madrasah
Seiring digulirkannya otonomi pendidikan, reformasi dan transformasi sekolah idealnya sudah bukan lagi sekadar wacana yang mengapung-apung dalam bentangan slogan dan retorika, melainkan sudah menjadi sebuah keniscayaan sejarah, menjadi realitas praksis dalam dunia persekolahan kita.
Mengapa reformasi dan transformasi sekolah demikian penting dipersoalkan? Setidaknya ada tiga argumen yang layak dikemukakan.
Pertama, sekolah merupakan “ikon” masyarakat mini yang diharapkan mampu memberikan bekal hidup (life skills) yang sesungguhnya kepada peserta didik. Ini artinya, sekolah mesti menjadi institusi yang “merdeka” dalam menentukan masa depan bagi si anak yang hanya bisa terwujud jika angin reformasi dan transformasi berembus segar ke sekolah-sekolah.
Kedua, sekolah merupakan lembaga publik yang memberikan layanan kemanusiaan kepada peserta didik. Sebagai lembaga publik, sekolah dituntut untuk memiliki tingkat akuntabilitas, akseptabilitas, dan kredibilitas yang baik di mata publik sebagai “konsumen”-nya. Hanya melalui iklim reformasi yang sehat sekolah dapat menjalankan tugas dan fungsinya secara terhormat dan bermartabat kepada publik.

Senin, 10 Juni 2013

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 7





BAB II
PEMBAHASAN


A. Pengertian Akhlak
            Menurut pendekatan etimologi, perkataan "akhlak" berasal dari bahasa Arab jama' dari bentuk mufradnya "khuluqun" ( خلق ) yang menurut logat diartikan: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat.Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan perkataan
"khalqun" ( خلق ) yang berarti kejadian, serta erat hubungannya dengan "khaliq" ( خالق ) yang berarti pencipta dan "makhluq" ( مخلوق ) yang berarti yang diciptakan.1
            Definisi akhlak di atas muncul sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara khaliq (pencipta) dengan makhluq (yang diciptakan) secara timbal balik, yang kemudian disebut sebagai hablum min Allah. Dari produk hamlum min Allah yang verbal biasanya lahirlah pola hubungan antar sesama manusia yang disebut dengan hablum min annas (pola hubungan antar sesama makhluk).

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 9




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan Islam
Ilmu pendidikan islam adalah teori, konsep atau pengetahuan tentang pendidikan yang berdasarkan islam. Rumusan mengenai teori , konsep atau pengetahuan tentang pendidikan  bisa diambil dari sumber pokok ajaran islam(Qur’an dan Hadis), praktik pendidikan yang dilakukan oleh umat islam sepanjang sejarah, dan atau bisa juga diambil dari hasil pemikiran manusia yang bersifat mengembangkan makna dari sumber pokok ajaran islam,serta temuan dari fakta pengalaman empirik dunia pendidikan, kemudian dijadikan sebagai pedoman normative untuk melaksanakan proses pendidikan islam.[1]

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 8



BAB II
PEMBAHASAN
2.1  Akhlak Al-Karimah
Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu isim masdar dari kata (akhlaqa, yukhliku, ikhlaqan) yang berarti perangai, kelakuan, tabiat, watak dasar. Secara Istilah, akhlak dapat diartikan sebagai  gambaran atau bayangan dari jiwa seseorang, mereka berbuat, bertindak, atau bertingkah laku berdasarkan apa yang tertanam dalam jiwanya dan telah menjadi kebiasaan setiap hari tanpa ada pengaruh atau dorongan dari pihak lain, mereka melakukan secara spontan tanpa pertimbangan pikiran sebelumnya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sendiri akhlak diartikan sebagai kalakuan atau budi pekerti. Yang mana kelakuan tersebut dapat terbentuk dan dibentuk baik oleh fak-r internal maupun eksternal individu. Maka oleh karena itu diperlukan adanya pendidikan mengenai akhlak atau kelakuan atau budi pekerti tersebut. Pada hakekatnya, pendidikan budi pekerti memiliki substansi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Yang mana menurut Haidar pendidikan budi pekerti itu adalah usaha sadar yang dilakukan dalam rangka menanamkan atau menginternalisasikan nilai-nilai moral ke dalam sikap dan prilaku peserta didik agar memiliki sikap dan prilaku yang luhur (berakhlakul karimah) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam berinteraksi dengan Tuhan, dengan sesama manusia maupun dengan alam atau lingkungan.[1]

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 5



                                                                BAB II
                                                        PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Pendidikan Sepanjang Hayat
                    Pendidikan merupakan suatu upaya sadar manusia untuk mendewasakan anak. Secara umum Pendidikan merupakan suatu proses berkelanjutan yang mengandungi unsur-unsur pengajaran, latihan, bimbingan dan pimpinan dengan tumpuan khas kepada pemindahan berbagai ilmu, nilai agama, dan budaya serta kemahiran yang berguna untuk diaplikasikan oleh individu (pengajar atau pendidik) kepada individu yang memerlukan pendidikan
Beberapa pendapat pakar tentang pendidikan :[1]
1. Crow and crow mengartikan pendidikan sebagai proses dimana penaglama atau informasi diperoleh sebagai hasil dari proses belajar.
2. John Dewey ( Pandangan pakar pendidikan dari Amerika) berpandangan bahwa pendidikan ialah satu proses membentuk kecenderungan asas yang berupa akaliah dan perasaan terhadap alam dan manusia
3. Prof. Horne (tokoh pendidik di Amerika), berpendapat bahwa pendidikan merupakan proses abadi bagi menyesuaikan perkembangan diri manusia yang merangkumi aspek jasmani, alam, akliah, kebebasan dan perasaan manusia terhadap Tuhan sebagaimana yang ternyata dalam akliah, perasaan dan kemahuan manusia.

MAKALAH ILMU PENDIDIKAN KELOMPOK 2


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.  Pengembangan Sumber Daya Manusia
Investasi pengembangan sumber daya manusia selalu berjangka panjang. Program pengembangan jangka panjang ini mempersiapkan manusia terdidik yang memiliki ilmu pengetahuan dan mempunyai kualitas yang tinggi, yaitu manusia yang berkaliber nasional dan internasional. Adanya gejala pengangguran manusia terdidik dewasa ini perlu mendapatkan perhatian serius. Misalnya, perlu dilakukan peninjauan ulang terhadap isi dan arah kurikulum pendidikan yang tidak sejalan dengan kebutuhan pembangunan. Perlu pengembangan paradigma pendidikan yang memposisikan individu yang mandiri, pembelajar, dan mengupayakan pengembangan serta pemberdayaan potensi.